Dampak Positif-Negatif Globalisasi di Bidang Sosial Budaya
Istilah globalisasi mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, apalagi istilah tersebut kerap muncul seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi. Pengertian globalisasi bisa diartikan sebagai suatu proses di mana setiap orang di dunia dapat terikat satu sama lain baik dari segi budaya, adat, kebiasaan, ekonomi, dan sebagainya. Globalisasi bisa terjadi hampir di segala bidang kehidupan. Oleh karenanya selama proses globalisasi berjalan, setiap bangsa atau masyarakat di dunia akan saling bergantung yang kemudian menciptakan tatanan hidup baru. Dalam banyak hal globalisasi memiliki sejumlah karakteristik. Namun yang jelas, secara harfiah pengertian globalisasi merupakan suatu proses tersebarnya nilai-nilai atau kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain. Proses ini bisa berjalan lambat maupun cepat.
dampak globalisasi bisa terjadi di banyak sektor, termasuk ekonomi, politik, pendidikan, IPTEK, komunikasi, transportasi, hingga sosial-budaya. Salah satu dampak globalisasi yang mudah untuk dicermati adalah di bidang sosial-budaya.1. Perubahan tata nilai dan sikap.
Globalisasi menyebabkan perubahan tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju. Misalnya, meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya.
2. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi menjadi lebih produktif, efektif, dan efisien. Globalisasi memberi peluang setiap negara bisa belajar dari negara lain, sehingga proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi secara global terjadi dengan cepat. Kemajuan bidang teknologi, komunikasi, informasi dan transportasi, juga memudahkan kehidupan manusia. Contoh, adanya mobilitas tinggi, karena jarak tempuh dalam bepergian dari satu tempat ke tempat lain menjadi lebih singkat. Hal ini memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan, serta melakukan berbagai aktivitas perekonomian.
3. Kualitas atau Tingkat Kehidupan
Menjadi Lebih baik Globalisasi membantu lebih mudahnya proses memperkenalkan kehidupan sosial dan budaya dari setiap negara, termasuk Indonesia, ke negara lain. Dampaknya adalah ekonomi pariwisata dapat berkembang dan menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayan tujuan turisme. Globalisasi juga membantu meluaskan jangkauan pasar sehingga produksi dalam negeri mampu bersaing di dunia internasional. Proses ini akan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat seiring dengan pembangunan yang meningkat.
Dampak Negatif
1. Lunturnya nilai Budaya
Asli Arus globalisasi yang sangat pesat dapat menggerus nilai-nilai budaya asli. Contohnya, semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial. Selain itu, lunturnya nilai budaya asli dapat dilihat dari cara berpakaian, yakni saat model fashion dari barat semakin berpengaruh di dalam negeri, sementara model budaya asli Indonesia semakin tidak diminati.
2. Perubahan Gaya Hidup
Contoh dari perubahan gaya hidup sebagai dampak negatif globalisasi adalah sifat banyak anggota masyarakat yang semakin individualistis. Sejumlah dampak negatif globalisasi berupa perubahan gaya hidup adalah sebagai berikut:
- Individualistis (sikap mementingkan diri sendiri)
- Pragmatis (sikap melakukan sesuatu demi keuntungan saja)
- Materialistis (sikap mengukur segala sesuatu dengan materi)
- Hedonism (sikap bergaya hidup mewah, boros, dan bersenang-senang)
- Konsumtif (tindakan konsumsi yang sudah melebihi batas)
- Sekuler (sikap yang lebih mementingkan kehidupan duniawi daripada agama)
3. Terjadi eksploitasi sumber sumber daya alam yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
Globalisasi menyebabkan pergerakan modal lintas-negara menjadi semakin mudah. Fenomena di bidang ekonomi ini membuat penanaman modal asing di dalam negeri semakin marak, sehingga industri pun tumbuh. Negara berkembang seperti Indonesia menarik minat banyak investor asing karena memiliki sumber daya alam yang melimpah dan murah.
Masuknya modal asing memang membuka lapangan kerja baru, mendorong aktivitas ekonomi di dalam negeri, dan menambah pendapatan negara. Namun, industrialisasi juga bisa membawa efek serius kepada kelestarian alam, seperti kerusakan lingkungan akibat limbah pabrik, pembalakan hutan, penambangan yang serampangan, dan lain sebagainya.
Komentar
Posting Komentar